Feb 23, 2019
  • Hubungan Internasional
  • 081226993704
  • -

Teori Hubungan Internasional Perspektif-Perspektif Klasik

  • Jendela Buku HI
  • Jan 30, 2019
  • 229

Teori menjadi salah satu hal yang fundamental dalam setiap bidang ilmu karena melalui teori-teori tersebut dapat mempermudah penstudi dalam mempelajari dan memahami sebuah fenomena. Begitu pula dalam Studi Hubungan Internasional yang tentunya memiliki sejumlah teori yang wajib untuk dipelajari dan dipahami. Dalam perkuliahan biasanya mahasiswa/i akan mendapatkan serangkaian teori dari berbagai pendekatan yang berbeda. Mempelajari terlebih memahaminya menjadi hal yang sangat penting sehingga dapat menghindari dari gagal paham.

 

Sebuah buku dengan judul “Teori Hubungan Internasional (Perspektif-Perspektif Klasik)” hadir dan mencoba memberikan beberapa teori dari pendekatan yang berbeda untuk mempelajari dan memahami Hubungan Internasional. Buku ini merupakan karangan dari HI-sir dan HI-ma’am yang berasal dari Universitas Airlangga Surabaya. Hubunganinternasional.id mencoba menghubungi salah satu tim penulis yang bernama Vinsensio Dugis Ph.D yang juga bertindak selaku editor dari buku ini untuk bertanya lebih lanjut. Simak wawancaranya!

 

HubunganInternasional.id (hi.id): Apa yang melatarbelakangi anda dan tim menulis buku ini?

 

Vinsensio Dugis (V.D): Sebagaimana ditulis dalam halaman Prakata dari buku ini, buku ini ditulis sebagai respons atas tantangan yang sudah bertahun-tahun saya hadapai ketika mengajar mata kuliah Teori Hubungan Internasional (THI). Tantangan tersebut adalah ketidaktersediaan sumber bacaan yang memudahkan bagi mahasiswa tingkat awal untuk memahami THI. Sumber bacaan sudah banyak, tetapi umumnya bukan dalam bahasa Indonesia dan mensyaratkan tingkat pemahaman yang mengarah pada aplikasi. Akibatnya banyak mahasiswa tingkat awal kesulitan di dalam memahami materi kuliah THI. Karena itu, buku ini ditulis dengan bahasa yang lebih mudah dipahami mahasiswa pemula, dimaksudkan untuk mempermudah mereka mengenal teori-teori dalam disiplin Ilmu Hubungan Internasional (HI) sebelum para mahasiswa mengeksplorasi kajian teori pada level yang lebih tinggi melalui sumber-sumber bacaan yang lebih luas. Karena itu, buku ini sifatnya memang ebih sebagai sebuah pengantar.

 

sumber: http://catalog.aup.unair.ac.id/sosial/305-teori-hubungan-internasional.html?search_query=teori+hubungan+internasional&results=13

 

(hi.id): Bisa tolong anda jelaskan kepada pembaca, mengapa mempelajari teori itu penting?

 

(V.D): Mempelajari teori itu penting, apalagi di dalam disiplin IHI, karena begitu banyak indormasi dan fakta hubungan global yang setiap saat kita hadapi. Perkembangan teknologi di era globalisasi saat ini bahkan membuat perubahan dimana bukan kita yang mencari informasi, tetapi informasi yang hadir memburu kita dimanapun kita berdiam. Untuk itu kita membutuhkan alat yang kita sebut teori untuk dapat memberi makna (mendeskripsikan, menjelaskan, dan bahkan mungkin memprediksi) terhadap informasi dan fakta yang kita terima. Tanpa teori, maka informasi dan fakta yang kita terima tidak akan mempunyai makna.

 

(hi.id): Teori-teori yang anda tuliskan di dalam buku ini merupakan teori dari perspektif klasik. Mengapa anda memilih perspektif klasik?

 

(V.D): Perspektif klasik ini penting karena jangkauan formula penjelasan yang ditawarkan cukup luas, juga menjadi dasar di dalam 'melahirkan' teori-teori baru yang umumnya disebut  Perspektif-Perspektif Alternatif. Hal yang unik di dalam disipin IHI adalah, kita tidak pernah dapat memahami teori-teori alternatif tanpa memahami dulu dalil-dalil perspektif klasik. Saya dan sejumlah penulis saat ini sedang berupaya menulis buku kedua yang isinya teori-teori alternatif yang mudah-mudahan tahun ini bisa terbit.

 

(hi.id): Mengajarkan teori kepada mahasiswa/i merupakan salah satu tantangan tersendiri bagi dosen. Tingkat kerumitan teori dan daya tangkap dari masing-masing mahasiswa/i yang berbeda sedikit banyak memberikan pengaruh dalam proses transfer ilmu. Sebagai dosen, bagaimana metode yang anda gunakan dalam pembelajaran untuk menghadapi hal ini?

 

(V.D): Salah satu strateginya tadi sudah saya singgung melalui upaya penulisan buku pengantar seperti ini. Mahasiswa juga harus diberi kesempatan membaca materi lebih dahulu, mendiskusikan dengan sesama teman mahasiswa, lalu menyajikanya dalam bentuk presentasi di kelas. Kuliah diberi sebagai rangkuman. Tidak kalah penting ialah kewajiban bagi mahasiswa untuk membuat rangkuman materi dengan bahasa mereka sendiri. Pemahaman ini akan memudahkan mereka di tingkat-tingkat yang lebih tinggi setelah itu.

 

Image: Vincensio Dugis (Editor Buku Teori Hubungan Internasional Perspektif-Perspektif Klasik). Dok: Vinsensio Dugis

 

(hi.id): Salah satu perdebatan terkait teori dalam studi Hubungan Internasional yang banyak terdengar belakangan ini (khususnya di Asia) adalah keinginan untuk memunculkan Teori Hubungan Internasional yang “non-western”, apa pendapat anda tentang hal ini?

 

(V.D): Saya kira sangat diperlukan. Ini menjadi saah satu indikator perkembangan disiplin IHI. Sudah banyak substansi disiplin IHI yang bergeser dari legasi Westhpalian akibat perkembangan globalisasi. Karena itu diperlukan reorientasi pemaknaan substansi hubungan internasional kontemporer, yang kebetulan di tempat kami sudah kami lakukan. Disiplin IHI sudah harus dikembangkan sebagai kombinasi antara Science dan Art. Dampaknya adalah, munculnya teori-teori baru yang tidak saja berbasis barat, tetapi juga mengedepankan cara pandang lainnya. Saya dan sejumlah kolega sedang merintis untuk menuangkan interpretasi baru kami tentang disiplin IHI dan teori-teori yang mengikutinya. Tahun depan diharapkan sudah bisa jadi.

 

(hi.id): Terimakasih atas kebersediaannya menjawab pertanyaan dari kami. Untuk pembaca yang berminat untuk memesan buku Teori Hubungan Internasional (Perspektif-Perspektif Klasik) dapat memesan dengan klik di sini

 


RESENSI BUKU TEORI HUBUNGAN INTERNASIONAL
(PERSPEKTIF-PERSPEKTIF KLASIK)

 

Pemberi Resensi    : Tedjo Cahyadi
Editor                    : Randhi Satria

 

Buku Hubungan Internasional (Perspektif-Perspektif Klasik) menawarkan opsi baru dalam mendalami studi Hubungan Internasional dan memberikan alternatif baru dalam memahami fenomena yang menjadi kajian pada studi ini. Pada awal buku ini terdapat pembahasan mendalam tentang hal yang dibutuhkan dalam kajian studi Hubungan Internasional seperti tipologi, nomenklatur, dan epistemologi dalam dunia Hubungan Internasional. Pada awal bab dijabarkan apa itu teori, lalu apakah teori dalam hubungan internasional itu, dan kegunaan teori-teori dalam hubungan internasional sehingga kita dapat memahami secara utuh apa yang diperlukan untuk mempelajari dan menerapkan ilmu dalam Hubungan Internasional sebagai bidang studi.

 

Terdapat kepedulian yang tinggi terhadap perkembangan studi Hubungan Internasional, kepedulian ini ditunjukan dengan bahasa yang mudah diingat dan keruntutan juga konsistensi penulisan dalam tiap paragraf yang mengakomodasi proses pemahaman kita terhadap suatu teori maupun fenomena dalam hubungan internasional. Buku ini tepat untuk mengawali pembelajaran dalam studi Hubungan Internasional secara mendalam dan komprehensif, karena buku ini tidak hanya menawarkan pemahaman dalam bentuk pengenalan. Namun, buku ini juga mengangkat suatu pembahasan yang mendalam dan memunculkan interaksi antara buku dengan pembaca.  Buku ini memastikan pembacanya memahami hal yang ditawarkan dalam buku, baik dari segi epistemologis, aksiologis, dan ontologis dari elemen-elemen pembentuk Hubungan Internasional sekarang ini yang diterangkan dalam setiap bab dan turunannya.

 

Fitur-fitur yang dibutuhkan untuk mempelajari dan mengambil keputusan dalam hubungan internasional, bukan hanya studi hubungan internasional, dijelaskan secara padat, konsisten, dan diarahkan dengan pembahasan yang memunculkan interaksi antara buku dan pembaca. Sehingga pada saat membaca muncul proses berpikir akan apa yang sebenarnya buku ini ungkapkan dan apa hakikat dari gagasan tersebut. Pada buku ini, pendekatan historis dalam menjelaskan suatu teori disampaikan secara teliti dan selektif untuk memudahkan pemahaman dan membuat pembaca tidak keluar dari jalur pemikiran.

 

Image: Tedjo Cahyadi, Pemberi Resensi. dok: Tedjo Cahyadi


Penjelasan yang diberikan oleh para penulis menimbulkan diskursus antara pembaca dan buku, seperti dalam sub-bab marxisme “Potret Hubungan Internasional dan Relevansi Kontemporer Marxisme” yang ditulis oleh salah satu penulis, Baiq Wardhani, menerangkan bahwasanya beberapa permasalahan dalam dunia yang kontemporer yang luas ini masih dapat dianalisis dengan perspektif Marxisme dimana dalam salah satu point yang beliau terangkan, bahwasanya kita dapat menganalisis perang melawan terorisme sampai konflik etnis dengan perspektif Marxisme, yang tentu gagasan dalam buku ini membantu kita sebagai Bangsa Indonesia untuk menyumbangkan pemikiran dalam kasus yang melanda negeri ini.

 

Buku ini tidak hanya sebagai sumber bacaan untuk dipelajari, melainkan juga sarana mengembangkan kemampuan berpikir untuk mengeksplorasi seberapa dalam kita berpikir. Gagasan yang terpapar dalam buku ini memudahkan kita belajar dari awal, sehingga dapat menjadi acuan untuk para mahasiswa mengembangkan diri dan keilmuan untuk mengadapi perkuliahan di Hubungan Internasional. Buku ini merupakan investasi jangka panjang bagi mahasiswa, karena dapat menunjang proses pengembangan paradigma yang concise, buku ini dapat menjadi acuan dalam hal penyelesaian masalah dan gudang bagi kontribusi ide dalam suatu dinamika hubungan internasional.

 


Rabu, 30 Januari 2019
Pemberi Resensi,

 


Tedjo Cahyadi
(Mahasiswa Semester IV Prodi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta)

comments powered by Disqus

Diplomasi Indonesia Realitas dan Prospek

  • Feb 16, 2019
  • Jendela Buku HI

Perbatasan dalam Studi Hubungan Internasional

  • Jan 15, 2019
  • Ekspresikan HI mu

Demokrasi dan Moral Politik

  • Dec 2, 2018
  • Jendela Buku HI

Jadi, Kamu Pilih Jurusan HI?

  • Nov 24, 2018
  • Jendela Buku HI

Gelar Sarjana Untuk Mahasiswa Hubungan Internasional

  • Oct 20, 2018
  • Seputar HI Indonesia

Sapa Papua

  • Oct 19, 2018
  • Ekspresikan HI mu