Sikap BRICS dalam Konflik Palestina-Israel dan Isu-Isu Keamanan serta Perdamaian Dunia

  • May 1, 2024
  • /
  • Artikel
  • /
  • Admin
  • 324

BRICS merupakan singkatan dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Kelompok ini didirikan pada tahun 2009 sebagai forum antarpemerintah yang menyatukan lima negara berkembang dengan ekonomi terbesar di dunia. Negara-negara BRICS memiliki populasi gabungan lebih dari 3 miliar jiwa dan mewakili sekitar 20% dari Produk Domestik Bruto (PDB) global.

Awalnya, BRICS terdiri dari empat negara (BRIC) yang digagas oleh Jim O'Neill, kepala ekonom Goldman Sachs, dalam makalah penelitiannya di tahun 2001. Makalah tersebut mengidentifikasi keempat negara tersebut sebagai negara-negara berkembang dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Pada tahun 2010, Afrika Selatan bergabung dengan kelompok ini, sehingga menjadikannya BRICS seperti yang kita kenal sekarang.

BRICS bertujuan utama untuk (1) meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan antar negara anggota; (2) memperkuat suara negara-negara berkembang dalam isu-isu global; (3) mempromosikan reformasi sistem keuangan internasional; dan (4) mendukung pembangunan berkelanjutan.

Pencapaian BRICS sampai saat ini diantaranya (1) membentuk Bank Pembangunan Baru (NDB) untuk mendanai proyek infrastruktur di negara-negara berkembang; (2) mendirikan Dana Cadangan Kontinjensi BRICS untuk memberikan bantuan keuangan kepada negara-negara anggota yang mengalami krisis; (3) mengembangkan platform pembayaran internasional untuk memfasilitasi perdagangan antar negara anggota; (4) meningkatkan kerja sama dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

Sikap Negara-negara Anggota BRICS terhadap Konflik Palestina-Israel

Brasil mendukung solusi dua negara dan kemerdekaan Palestina, mengkritik perluasan permukiman Israel di Tepi Barat, dan menyerukan dimulainya kembali perundingan damai yang kredibel. Brasil juga telah bekerja sama dengan Mesir untuk mencoba menengahi perdamaian antara Israel dan Palestina.

Rusia memiliki hubungan yang kuat dengan Israel dan Palestina, merupakan pendukung kuat Palestina, memasok senjata kepada Otoritas Palestina, dan telah memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengutuk Israel. Rusia menyerukan diadakannya konferensi internasional untuk menyelesaikan konflik tersebut. Mendukung solusi dua negara dan menyerukan dimulainya kembali perundingan damai, dan mengkritik perluasan permukiman Israel di Tepi Barat, tetapi tidak sekeras Brasil. Rusia adalah sekutu dekat Suriah, yang mendukung perjuangan Palestina.

India memiliki hubungan yang baik dengan Israel dan Palestina, mendukung solusi dua negara dan menyerukan dimulainya kembali perundingan damai, dan lebih fokus pada isu-isu kemanusiaan dan pembangunan di wilayah Palestina. India juga telah memberikan bantuan keuangan kepada Otoritas Palestina. India memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Israel daripada anggota BRICS lainnya. India telah abstain pada resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengutuk Israel, dan telah menghindari kritik yang keras terhadap Israel.

China memiliki hubungan yang kuat dengan Palestina, bahkan pendukung utama Palestina. Mendukung solusi dua negara dan kemerdekaan Palestina, mengkritik bahkan mengutuk perluasan permukiman Israel di wilayah pendudukan terutama Tepi Barat. China memberikan bantuan ekonomi, keuangan dan diplomatik kepada Otoritas Palestina. China juga telah menyerukan diadakannya konferensi internasional untuk menyelesaikan konflik tersebut.

Afrika Selatan memiliki hubungan yang kuat dengan Palestina, merupakan pendukung vokal hak-hak Palestina, menganggap Israel sebagai negara apartheid, dan memboikot produk Israel. Menjadi salah satu kritikus paling vokal terhadap Israel di antara negara-negara BRICS. Afrika Selatan telah membandingkan pendudukan Israel atas wilayah Palestina dengan apartheid. Afrika Selatan juga telah mengakui negara Palestina.

Secara umum, negara-negara BRICS mendukung solusi dua negara untuk konflik tersebut. Rusia dan China telah lama menjadi pendukung kuat perjuangan Palestina dan telah mengkritik kebijakan Israel di wilayah pendudukan. India juga telah menyerukan solusi dua negara, tetapi memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Israel daripada anggota BRICS lainnya. Brasil dan Afrika Selatan telah mengambil pendekatan yang lebih moderat, menyerukan solusi dua negara tetapi juga menghindari kritik yang keras terhadap Israel.

Pada tahun 2023, negara-negara BRICS mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan solusi dua negara dan dimulainya kembali perundingan damai. Pernyataan ini menunjukkan komitmen mereka untuk menyelesaikan konflik secara damai. Namun, penting untuk dicatat bahwa negara-negara BRICS memiliki kepentingan dan prioritas nasional mereka sendiri yang dapat memengaruhi sikap mereka terhadap konflik Palestina-Israel.

BRICS tentang Keamanan dan Perdamaian Dunia

BRICS membahas dan menyepakati tentang keamanan dan perdamaian dunia. Pada tahun 2010, negara-negara BRICS sepakat untuk membentuk mekanisme keamanan kolektif baru. Mekanisme ini bertujuan untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas internasional, serta untuk menyelesaikan konflik secara damai. Mekanisme ini masih dalam tahap pengembangan, namun telah dilakukan beberapa langkah konkret, seperti pembentukan kelompok kerja dan mengadakan latihan militer bersama.

Pada tahun 2012, negara-negara BRICS mengeluarkan Deklarasi tentang Keamanan dan Perdamaian Dunia. Deklarasi ini menegaskan komitmen mereka untuk (1) memperkuat multilateralisme dan kerjasama internasional, (2) mempromosikan penyelesaian damai atas sengketa internasional, (3) melawan terorisme dan proliferasi senjata nuklir, dan (4) meningkatkan kerjasama dalam keamanan siber.

Deklarasi Durban yang dikeluarkan pada KTT BRICS ke-4 di Durban pada tahun 2013, menyerukan reformasi Dewan Keamanan PBB dan memperkuat kerjasama dalam memerangi terorisme. Pada tahun 2015, negara-negara BRICS mendirikan Mekanisme BRICS untuk Keamanan. Mekanisme ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama dalam bidang keamanan dan pertahanan, termasuk (1) pertukaran informasi intelijen, (2) latihan militer bersama, (3) penelitian dan pengembangan bersama dalam teknologi pertahanan.

Kesepakatan Xiamen yang ditandatangani pada KTT BRICS ke-9 di Xiamen pada tahun 2017, berfokus pada kerjasama dalam memerangi kejahatan siber dan meningkatkan keamanan siber. Pernyataan Bersama BRICS tentang Ukraina pada tahun 2022, negara-negara BRICS mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan de-eskalasi dan penyelesaian damai atas krisis di Ukraina.

Negara-negara BRICS telah bekerja sama untuk mengatasi berbagai ancaman keamanan global, seperti terorisme, proliferasi nuklir, dan kejahatan siber. Mereka telah mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk terorisme dan menyerukan kerjasama internasional untuk memeranginya. Mereka juga telah bekerja sama untuk memperkuat rezim non-proliferasi nuklir dan untuk meningkatkan keamanan siber.

Negara-negara BRICS telah menyerukan reformasi tata kelola global agar lebih adil dan inklusif. Mereka percaya bahwa sistem internasional saat ini tidak lagi mewakili kepentingan negara-negara berkembang dengan baik. Mereka telah mengusulkan reformasi Dewan Keamanan PBB dan lembaga internasional lainnya.

BRICS juga telah bekerja sama untuk mengatasi tantangan global lainnya seperti perubahan iklim, pandemi COVID-19, dan ketidaksetaraan. Meskipun negara-negara BRICS memiliki fokus utama pada isu-isu ekonomi, mereka juga mengakui pentingnya keamanan dan perdamaian dunia untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan kemakmuran bersama.

Referensi:

Lucas de la Cal, 'BRICS Pro-Israel atau Palestina?' Ini Penjelasannya. https://www.elmundo.es/internacional/2023/11/21/655ccf4721efa02a068b4598.html

Haekal Attar, 'Beda Sikap Negara-negara terhadap Konflik Palestina-Israel dan Rusia-Ukraina' https://jakarta.nu.or.id/nasional/sikapi-konflik-israel-palestina-pbnu-pbb-jangan-gunakan-hak-veto-bela-salah-satu-pihak-bQRxu

India's BRICS Partner Calls Israel's War on Gaza 'Cowardice'; 'No Peace Untill Palestine ...' https://www.youtube.com/watch?v=VPvO__4ArJk

https://ir.voanews.com/a/china-brics-2011-04-13-119809959/136849.html

Suci Amaliyah, 'Kutuk Serangan Israel ke Palestina di Jenin, Gusdurian Sampaikan 6 Pernyataan Sikap' https://www.nu.or.id/nasional/kutuk-serangan-israel-ke-palestina-di-jenin-gusdurian-sampaikan-6-pernyataan-sikap-NtvkI

Kester Kenn Klomegah, 'New Global BRICS Driving Emerging Architecture' https://infobrics.org/post/40484

From BRICS to OASES: a global platform for small economies on the international arena. https://intelligence.weforum.org/monitor/latest-knowledge/45e6f9b759304d519148c4505edbf032

Miles Kenny 'BRICS Intergovernmental Organization' https://www.britannica.com/topic/BRICS

https://infobrics.org/documents/

President Cyril Ramaphosa: Outcomes of BRICS Summit and Lady R vessel docking investigation. https://www.gov.za/news/speeches/president-cyril-ramaphosa-outcomes-brics-summit-and-lady-r-vessel-docking

https://brics2023.gov.za/wp-content/uploads/2023/08/Jhb-II-Declaration-24-August-2023-1.pdf

Drago Bosnic, 'How BRICS+ Ensure Global Peace' https://infobrics.org/post/39225




Penulis: Virtuous Setyaka (Dosen Hubungan Internasional Universitas Andalas)

Email: vsetyaka@gmail.com

Editor: Tim HubunganInternasional.id


About The Author

Comments